Diary Nadiyah BAM Uhamka 2023

 


Jakarta, 17 Agustus 2023

    Bulan malu malu menuruni cahaya nya dikala fajar ingin menampakkan wajahnya. aku nadiyah mahasiswa baru UHAMKA bersiap siap untuk sholat shubuh serta merapihkan tempat tidurku. Pagi ini sorak sorai meriahnya HUT RI sangat jelas di mata dan telingaku. Semua suka cita menyambutnya namun aku menyiapkan diriku untuk zoom meet bersama kaka tingkat, teman-teman MABA, serta dewan guru untuk briefing Baitul Arqam Mahasiswa Baru UHAMKA 2023. 

    Aku menyimak serangkaian brifing sambil menulis poin-poin penting yang dapat menjadi bekalku saat BAM nanti. Selepasnya aku mengerjakan tugas-tugas pra BAM. fiuh, meresume? hatiku sedikit merutukinya sebab tulisan tanganku tak seindah tulisan teman-teman sebayaku bahkan lebih jelek dari anak SD/TK. Dalam hal menulis aku sangat menyukainya namun aku tak menyukai jika ada orang lain yang mengomentari tulisanku. Akhirnya, dengan segenap hati dan jiwa kumenulis resume terkait 4 materi yang diberikan. 

    Aku juga memberitahu umi dan abi untuk barang apa saja yang perlu dipersiapkan. Meskipun esok hari aku ada kegiatan Raker Organisasi dan menginap selama 2 hari 1 malam di vila, aku tetap mengerjakannya.

Bogor, 18-20 Agustus 2023

    Yups, Hari ini kegiatanku Rapat Kerja bersama para pengurus organisasi. Dengan membawa buku serta kertas folio agar aku bisa mengerjakan nya dan tepat waktu mengumpulkan nya. Segala keterbatasan waktuku selama Raker tersebut tak membuatku gentar mengerjakan tugas resume serta tugas membuat vidio edukasi di tiktok. Aku menulis di mobil bahkan mencuri curi waktu saat dini hari untuk mengerjakan nya. aku pun meminta temanku untuk memvidiokan aku untuk tugas vidioku. 

    Alhamdulillah dengan dibantu allah dan teman-temanku, akhirnya tugasku selesai dan dapat ku upload di OLU.

    Minggu siang sampai sore, aku membeli perlengkapan untuk BAM. jujur, disaat abi dan umiku memilihkan kemeja batik dan kemeja putih untukku, aku merasa sangat malu jika nanti memakainya. karena kemeja yang mereka pilihkan sangatlah panjang bahkan bisa disebut tunik. aku memikirkan pasti teman-teman perempuanku saat BAM akan menertawakan aku bahkan aku akan merasa sedih dengan pakaian ini yang menurutku Islami.

Jakarta, 21-23 Agustus 2023

    Semilir angin ibu kota menambah desir degup jantungku. ya, aku sangat gugup bertemu dengan teman baru dan dunia baru. aku yang notabene anak pondok terjun di dunia yang menurutku sangat asing. tercampur baur antara laki-laki dan perempuan dengan gaya bahasa mereka masing-masing. hati kecilku berkata agar aku menjadi sangat pendiam ditambah rasa insecure karena hijab yang kugunakan sangatlah panjang dibanding temanku yang lain. 

    Kelas materipun dimulai dan saat itulah seketika hati kecil terdalamku berkata "Tetap pegang teguh apa yang sudah kau jalani selama ini nadiyah, Tampillah dengan percaya diri agar teman-teman perempuanmu juga menjadi muslimah seutuhnya tanpa menghalangi eksistensi dalam dunia pertemanan dan pendidikan" serta nasihat-nasihat abi dan umiku terngiang-ngiang dan membuat energi baru dalam diriku.

    Akupun menjadi diriku sendiri dan aku merasa nyaman melakukan kegiatan selama BAM dengan pakaian yang sedikit berbeda dari teman-temanku dan menampilkan sisi kepercayaan diriku. Hampir Separuh kegiatan seperti berdiskusi, menyampaikan pendapat, Sholat tepat waktu dan sholat trahajud membuatku terbiasa sebab di pondokku dulu juga mengajarkan hal tersebut. 

    Selama BAM pula membuat otakku bertambah ilmu bahwa ilmu yang allah sediakan sangatlah luas bahkan teman2 serta kaka tingkat yang sangat memberikan hal positif dalam diriku agar aku tambah semangat dalam literasi dan dalam menyampaikan pendapat yang baik dan benar.

    Aku sangat bersyukur dengan adanya teman-teman kelompok 4 yang membuat diriku semangat menjalani BAM. Meskipun kelompok kami masih sangat jauh dari kata bagus namun kita sangatlah kompak. Membuat yel-yel dadakan, pentas seni dadakan, dan semua hal yang super duper dadakan. namun dengan dukungan semangat dari kak toro kami bisa melalui itu semua. bahkan menjadi kelompok terbaik. hahaha kami juga bertanya tanya mengapa kami yang menjadi terbaik.

    Aku juga bersyukur karena allah memberiku kesempatan menjadi 20 Best BAM, aku tak tau bagaimana penilaian nya yang kulakukan hanya melakukan yang terbaik untuk diri ini dan agama ini. Aku pun bersyukur karena allah memberiku kesempatan menjadi perwakilan pihak perempuan untuk mengutarakan kesan dan pesanku selama BAM. 

    Tak banyak kata yang bisa kusampaikan, kecuali rasa syukur teramat dalam bisa mendapatkan dunia baru, teman baru, bahkan terasa seperti keluarga baru. Teman yang selama 3 hari ini membersamaiku serta mengajarkan hal-hal baik kepadaku dan menambah wawasanku.

    Kendala selama BAM hanya mandi, hihihi kamar mandi yang banyak namun minim air membuatku sedikit ga betah disana. Aku harus menahan ingin buang air besar dan buang air kecil. Bangun pagi-pagi sekali hanya untuk mengantri mandi bahkan waktu itu tak cukup karena sudah ada panggilan untuk sholat tahajud berjamaah. Space waktu tidur yang sangat kurang membuat aku bahkan teman-teman yang lain mengantuk selepas tahajud. hihihi malu sekali ketika menemukan wajah kami ketika tertangkap kamera. 

    Dengan segala tugas-tugas yang harus diselesaikan bersama membuatku mengenali emosi dan kepribadian masing masing temanku. Kami bisa menggunakan wawasan kami masing masing dan kemampuan kami masing masing lalu dituangkan dalam tugas bersama. hal tersebut menambah energi baru dalam diriku.

    Bertepatan dengan hari terakhir BAM, pamanku yang sangat dekat denganku meninggal dunia. pamanku sakit selama kurang lebih 5 hari di rawat di rumah sakit. kendala waktu jenguk aku tak dapat melihatnya di rumah sakit. aku pun berniat untuk mengunjunginya saaat aku telah selesai BAM. namun, allah lebih menyayanginya, dia sudah berpulang ke rahmatulllah. Dan seketika diriku belum mempercayainya. aku pun merasakan kesedihan ketika sarapan bersama teman-temanku. umi pun meminta aku untuk pulang lebih awal agar aku bisa melihat pamanku untuk terakhir kalinya. akhirnya aku pun meminta izin ka toro agar pulang lebih dulu. aku pun bergegas dan pulang lebih awal. namun saat aku tiba. jasadnya sudah dibawa ke TPU dan sudah terkubur oleh tanah.

    Terima kasih BAM telah mengajarkanku banyak ilmu dan wawasan serta adaptasi yang sangat cepat dengan dunia baru ini. Aku sangat suka studi di UHAMKA dan senang menjalani rutinitasnya. Dengan landasan ajaran islam membuatku menyatu dengan dunia baruku ini. ditambah pengajaran toleransi dikarenakan teman BAM kami ada yang non muslim. aku dapat merasakan bagaimana cara teman-teman kaka tingkat serta dewan guru dalam muamalah bersama tanpa membeda bedakan satu engan yang lain.

    Harapanku BAM akan terus jaya dan terus menebarkan kebermanfaatan untuk generasi selanjutnya. dengan BAM ini juga menjadi ladang dakwah dan pahala untuk kita semua. Semangat untuk kita semua, HAMKA MUDA!

Komentar